Breaking News
Wali Kota Pekanbaru Raih Penghargaan Responsive Governance dari JMSI | Pemeritah Kota Pekanbaru Dorong Transformasi Manajemen Farmasi dan Layanan Kepada Masyarakat Lebih Maksimal | Disambut Hangat di Teluk Kuantan, Kafilah Kepulauan Meranti Jadi Peserta Pertama MTQ Riau ke-44 | Pemkab Siak Pastikan Anak Tanpa Identitas Tetap Bisa Daftar SPMB 2026 | Produk UMKM Siak Mulai Masuk Ritel Modern, Pemkab dan Indomaret Perkuat Kolaborasi | PETI di Kawasan SPBU Logas Ditertibkan Berkali-Kali, Namun Tetap Beroperasi; Kapolsek Singingi Seakan-akan Tak berdaya. |

  UNP Dorong Literasi Kopi Minang dalam Talkshow "Coffee Talk" di Sumbar Expo 2025  
Rabu 29 Oktober 2025, 22:55 WIB

‎Siagaonline.com, Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) turut berperan aktif dalam memajukan literasi kopi Minang melalui partisipasi dalam talkshow "Coffee Talk" yang diselenggarakan oleh Asosiasi Kopi Minang (AKM) sebagai bagian dari Sumbar Expo 2025. Acara ini menjadi wadah strategis untuk membahas potensi dan pengembangan kopi Minang, dengan tema "Membumikan Literasi Kopi Minang, Dengan Sejarah yang Mentereng dan Keunggulan Geografis".
‎ 
‎Prof. Ganefri, Ph.D, seorang Senior Eksekutif UNP, menjadi salah satu pembicara kunci dalam talkshow ini. Dalam paparannya, Prof. Ganefri menekankan pentingnya branding kopi lokal melalui label "Kopi Sumbar 1840" sebagai identitas yang kuat untuk meningkatkan daya saing di pasar nasional dan internasional. Ia juga menyoroti perlunya petani kopi untuk fokus pada pengembangan varietas Arabika yang lebih diminati oleh konsumen.
‎ 
‎Prof. Ganefri mendukung penuh gerakan menanam kopi yang digagas oleh Khairul Jasmi, seorang wartawan senior. "Gerakan menanam kopi harus digugah dari akar rumput agar masyarakat melihat kopi sebagai peluang ekonomi," ujarnya. Ia juga mengapresiasi peran AKM dalam meningkatkan nilai tambah kopi hingga tahap roasting, yang dinilai krusial untuk memperkuat rantai pasok.
‎ 
‎Selain itu, Prof. Ganefri menyoroti bahwa kopi belum dianggap sebagai komoditas unggulan di Sumatera Barat, padahal potensi pasarnya sangat besar. "Pasar kopi di Sumbar sendiri belum bisa dipenuhi oleh produksi lokal. Ini peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
‎ 
‎Prof. Ganefri juga mengajak masyarakat untuk membudayakan minum kopi murni tanpa campuran sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Ia menawarkan solusi untuk mengatasi kurangnya pasokan kopi Sumbar melalui sistem pertanian berbasis Kaum, di mana setiap Kaum memiliki lahan kopi yang dikelola oleh anak kemenakan. "Tanah-tanah Kaum yang menganggur bisa dimanfaatkan untuk budidaya kopi," tutupnya.
‎ 
‎Partisipasi UNP dalam talkshow ini menunjukkan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor kopi. Acara yang berlangsung mulai pukul 16.00 WIB ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem kopi Sumbar yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. (**)
‎ 
‎#beritaunp #SDGs #sdgs1 #nopoverty #sdgs2 #zerohunger #sdgs3 #goodhealthandwellbeing #sdgs8 #decentworkandeconomicgrowth #sdgs17 #partnershipforthegoals #kopiminang #kopisumbar


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top